Minyak Wangi, Pijat dan Laporan Keuangan

March 17, 2015 § Leave a comment

IMG-20150306-00321

Bak rutinitas tahunan, setiap menjelang pergantian tahun unjuk rasa buruh banyak berlangsung di berbagai daerah, sebagian di antaranya bahkan sampai melakukan mogok kerja untuk mendesakkan tuntutan jumlah upah minimum yang mereka inginkan.

Setidaknya terdapat tiga titik penting yang biasanya mencuatkan perselisihan pengupahan. Pertama, saat penentuan angka kebutuhan hidup layak (KHL). Jamak terjadi, survei yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Daerah tidak berjalan mulus karena beragam perbedaan persepsi dan kepentingan antara para pihak yang berkepentingan.

Misalnya, belum lama ini kalangan serikat buruh di DKI Jakarta mengusulkan penambahan item Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dari 60 item menjadi 84 item, sebagai dasar penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP). Item-item baru yang diusulkan untuk ditambahkan sangat beragam mulai minyak wangi, televisi, nonton bioskop, pijat refleksi, hingga kondangan. Meskipun buruh telah mengajukan beragam argumentasi untuk memperkuat usulan mereka, banyak kalangan pengusaha menganggapnya sebagai usulan yang mengada-ada. « Read the rest of this entry »

Belanja Online

March 12, 2015 § Leave a comment

IMG-20150120-00264

Kesibukan masyarakat yang disokong kecanggihan teknologi telah mendorong kemajuan bisnis online di Tanah Air. Persaingan tidak hanya terjadi di antara portal belanja online, yang saat ini telah berjumlah 11 buah, tetapi juga di antara para penjual. Selain kecepatan, bagaimana cara membungkus barang pun menjadi perhatian. Begitu menariknya bungkusnya yang bak kado, terkadang kita “tertipu”, merasa mendapatkan hadiah, padahal barang pesanan kita sendiri.

Antara Khitah dan Kiprah BPR

March 2, 2015 § Leave a comment

IMG-20141231-00233

Dalam diskursus tentang perbankan, biasanya kita lebih terpaku kepada bank umum dan mengabaikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Data yang ada menunjukkan keberadaan BPR tidak dapat diremehkan. Pada Agustus 2014, misalnya, jumlah BPR mencapai 1.635 buah, dengan jumlah nasabah 13,408,994 rekening dan total asset mencapai Rp 82,628,071,120 ribu.

Peran BPR juga terlihat dalam intermediasi keuangan, khususnya kepada golongan ekonomi lemah. Pada Agustus 2014, jumlah kredit konvensional yang disalurkan mencapai Rp 57,634,001,007 ribu sedangkan sumber dananya berjumlah Rp 68,089,056,506 ribu.

Berlainan dengan Bank Umum, BPR lebih fokus melayani kebutuhan masyarakat kecil, seperti petani, peternak, nelayan, pedagang, pengusaha kecil, pegawai, dan pensiunan yang belum dijangkau oleh bank umum serta sebagai upaya mewujudkan pemerataan layanan perbankan, kesempatan berusaha dan pendapatan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for March, 2015 at Ali Mutasowifin.