Blackberry, Birokrasi, dan Daya Saing

August 15, 2011 § Leave a comment

Untuk memperluas pemasaran produk di kawasan Asia, Research in Motion (RIM) memutuskan untuk membangun fasilitas produksi BlackBerry di Penang, Malaysia. Operasional pabrik baru ini sudah berjalan mulai 1 Juli 2011, dan diharapkan dapat memasok permintaan BlackBerry di seluruh kawasan Asia.

Keputusan RIM membuka pusat produksi di negeri jiran dan bukan di Indonesia sebagai pengguna BlackBerry terbesar di Asia Tenggara tentu saja membuat kecewa banyak pihak di tanah air. Apalagi bila ditambah dengan fakta bahwa hingga kini RIM masih belum memenuhi janji untuk menempatkan server di dalam negeri. Banyak yang menduga, keputusan RIM ini dipengaruhi oleh kondisi berusaha di Indonesia yang dirasakan oleh para investor masih jauh dari nyaman.

Masalah Birokrasi dan Regulasi

Sesungguhnya, keluhan terhadap hambatan birokrasi dalam menjalankan usaha bukanlah hal baru, bahkan juga telah disuarakan oleh para pelaku usaha tingkat dunia. Dalam The Global Competitiveness Report 2010-2011 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, terdapat hasil survei yang dilakukan terhadap para eksekutif bisnis tingkat dunia tentang masalah paling pelik yang dihadapi dalam menjalankan usaha di Indonesia. Yang menarik, dari lima belas item jawaban tertinggi, mereka menempatkan inefficient government bureaucracy (birokrasi pemerintah yang tidak efisien) sebagai masalah paling krusial yang sering dijumpai. « Read the rest of this entry »

August 5, 2011 § Leave a comment

PT Hero Supermarket Tbk tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Berawal dari usaha yang dirintis almarhum Kurnia yang ditujukan untuk menyediakan tempat bagi para ekspatriat yang saat itu sering harus pergi ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, kini usaha yang semula berawal dari tempat berukuran 200 m2 telah menjelma menjadi raksasa yang menggurita dan sukses melakukan transfer ke generasi keduanya, Ipung Kurnia.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for August, 2011 at Ali Mutasowifin.