Nasib Usaha dan Ketergantungan pada Persona

Penampakan Misbakhun, mantan anggota FPKS DPR RI, di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta menimbulkan kehebohan. Misbakhun yang divonis kurungan 2 tahun penjara terkait kasus pemalsuan pencairan deposito dalam penerbitan fasilitas letter of credit (L/C) Bank Century dan tengah menjalani masa asimilasi dianggap tidak seharusnya dapat berjalan-jalan bersama keluarga di sebuah pusat perbelanjaan.

Kehebohan pemunculan Misbakhun itu juga mencuatkan kembali nasib buram usaha yang dimilikinya. Pabrik agar-agar PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) milik mantan pegawai Ditjen Pajak itu tutup sejak sang pemilik menjalani proses hukum. Ratusan karyawan pun terpaksa dirumahkan karena pabrik yang berada di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan itu sudah tidak berproduksi. Bahkan sebagian besar gaji para karyawannya hingga kini juga belum dilunasi oleh perusahaan.

Apa yang terjadi pada PT Agar Sehat Makmur Lestari yang limbung setelah pemilik atau tokohnya terbelit masalah bukanlah kasus tunggal. Contoh gamblang lainnya berkaitan dengan Nazaruddin. Akhir-akhir ini media massa kerap menyebut sederet nama perusahaan yang selama ini menempatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu sebagai tokoh utamanya. Continue reading

Advertisements

Belum lama ini ibukota Jakarta dihebohkan oleh pengiriman puluhan peti mati bertaburkan bunga, yang ternyata merupakan strategi pemasaran Buzz and Co., sebuah konsultan pemasaran. Tidak seperti yang diharapkan, strategi ini ternyata malah menuai kecaman dari banyak pihak karena dianggap tidak tepat waktu di saat masyarakat masih dihantui teror bom buku. Aksi itu juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosio psikologis masyarakat Indonesia, yang menganggap pengiriman peti mati sebagai doa agar kematian segera menjemput penerimanya.

Meniru

Karen Hamilton sudah dapat memajang replika gaun pengantin Catherine Middleton di  toko gaun pengantin miliknya Stella Liliana di Studley, Warwickshie pada Jumat sore, atau hanya empat jam setelah masyarakat dapat menyaksikan gaun pengantin rancangan Sarah Burton dari rumah mode Alexander McQueen itu.

Karen Hamilton bukan satu-satunya orang yang mengerahkan segenap daya upaya untuk membuat tirun gaun pengantin gadis yang kemudian bergelar Duchess of Cambridge itu. Usaha yang sama juga dilakukan oleh banyak perusahaan di berbagai penjuru dunia lainnya. Bahkan dilaporkan bahwa sekitar 700 perusahaan di China telah membuat tiruan gaun pengantin itu yang dijual dengan harga hanya Rp 1 juta – Rp 1,2 juta.

Tiru meniru dalam dunia adibusana memang bukan hal baru, termasuk di tanah air. Beberapa waktu lampau, saat menyampaikan pelatihan manajemen untuk pengusaha kecil yang sebagian di antara pesertanya adalah para pedagang baju Pasar Tanah Abang saya memperoleh cerita tentang bagaimana praktik itu berlangsung. Continue reading

Penanda larangan memberikan tips yang terlihat pada sebuah cabang Bank BNI. Penanda semacam ini akan dapat menjadi pengingat, bukan saja bagi nasabah namun juga bagi pegawai bank yang bersangkutan, sehingga diharapkan mampu mendorong berlangsungnya praktik bisnis yang transparan dan sehat.

Mengundurkan Diri atau Meringkuk di Balik Jeruji

Belum lama ini terjadi sebuah peristiwa menarik dan langka dalam dunia bisnis di tanah air. Seluruh direksi dan komisaris PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) diberitakan kompak menyatakan mengundurkan diri serta membebaskan diri dari tanggung jawab atas seluruh operasional perusahaan.

Pengunduran diri sepuluh orang anggota direksi dan dewan komisaris PT IDKM tersebut merupakan bagian dari ekspresi penolakan mereka atas rencana akuisisi PT IDKM oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang dinilai berpotensi melanggar hukum, yakni UU No. 32/2002 dan PP No. 50/2005.

PT EMTK yang telah memiliki 86% saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan memiliki 99% saham SCTV secara tidak langsung (melalui SCMA) berencana mengakuisisi 27,24% saham PT IDKM yang dimiliki PT Prima Visualindo. Berkaitan dengan hal ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pun telah menyampaikan pendapat resmi bahwa rencana akuisisi ini berpotensi melanggar hukum, khususnya pasal 18 dan 34 UU Penyiaran.

Pengunduran diri direksi dan dewan komisaris PT IDKM ini merupakan peristiwa langka dan seolah memberikan warna baru serta pelajaran menarik setelah munculnya beragam berita yang memberikan gambaran keliru tentang peran dan tanggung jawab komisaris, direksi, atau manajemen perusahaan. Continue reading