Belajar Bisnis Benar Pada Marshanda

Pada setiap kesempatan pelatihan akuntansi dan manajemen untuk usaha kecil di berbagai pelosok tanah air, saya tak pernah lupa menekankan pentingnya memisahkan pencatatan keuangan untuk kepentingan bisnis perusahaan dan keuangan untuk keperluan pribadi atau keluarga.

Memang, salah satu kelemahan manajemen keuangan perusahaan mikro dan kecil adalah dalam hal pencatatan keuangan. Amat lazim dijumpai para pengusaha golongan ekonomi lemah ini mencampuradukkan pencatatan transaksi bisnis perusahaan dengan kegiatan rumah tangganya. Bahkan, banyak pula yang tidak pernah memiliki catatan tentang aktivitas bisnis yang dijalankannya.

Kebiasaan keliru tersebut mengakibatkan pengusaha mikro dan kecil seringkali tidak memiliki gambaran yang benar tentang kondisi perusahaannya. Pada suatu ketika, mereka mungkin mengira memiliki likuiditas berlebih, padahal yang terjadi adalah sang pengusaha sedang menggunakan uang yang sesungguhnya untuk keperluan rumah tangganya, dan demikian pula sebaliknya. Akibatnya, di samping didera beragam masalah lainnya, perusahaan-perusahaan skala usaha mikro dan kecil itu sulit beranjak membesar.

Memang tidak ada larangan menggunakan dana perusahaan atau dana hasil usaha untuk keperluan pribadi. Namun, yang sering alpa dilakukan oleh para pengusaha golongan ekonomi lemah adalah melakukan pencatatan pengambilan dana tersebut. Padahal, pencatatan yang benar akan memungkinkan pembuatan laporan keuangan pada akhir periode yang dapat memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan. Bagi perusahaan, laporan keuangan ini merupakan umpan balik penting dalam menentukan kebijakan-kebijakan bisnis di masa mendatang.

Apa yang dilakukan oleh aktris Marshanda beberapa waktu lalu adalah contoh praktik bisnis yang baik yang perlu dicontoh oleh para pengusaha mikro dan kecil. Pada saat melangsungkan akad nikah dengan Ben Kasyafani, Marshanda memilih menggunakan Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat. Yang menarik, meskipun hotel tersebut milik keluarga Marshanda, diberitakan bahwa Marshanda tetap membayar biaya hotel untuk keperluan penting dalam perjalanan hidupnya itu.

Dengan tetap membayar penggunaan hotel milik keluarganya sendiri, Marshanda dan keluarganya memberikan contoh jelas kepada para karyawannya tentang praktik bisnis yang baik. Kinerja manajemen profesional yang menjalankan kegiatan bisnis pun akan dapat lebih mudah dievaluasi bila tak banyak privileges harus diberikan kepada pemilik dan keluarganya. Lagi pula, toh keuntungan pada akhirnya akan kembali juga kepada pemilik bisnis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s