Meningkatkan Kesadaran Hak Konsumen, Mengurangi Risiko Kecelakaan

automation-guidedotcom.jpg

Jumlah kecelakaan lalu lintas di negeri kita terbilang tinggi. Menurut catatan Mabes Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2010 meningkat sebesar 6,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tercatat 61.606 kasus, sedangkan pada 2009 sebanyak 57.726 kasus. Bila dihitung rata-ratanya, maka ada 168 kecelakaan lalu lintas per hari. Dari jumlah itu, korban tewas sepanjang tahun 2010 mencapai 10.349 jiwa. Ini berarti tiap harinya ada 28,3 orang Indonesia yang tewas di jalan akibat kecelakaan.

Biasanya, setiap kali terjadi kecelakaan lalu lintas, kesalahan hampir selalu ditimpakan kepada pengendara kendaraan, yang kerap dituding lalai atau ceroboh dalam berkendara. Hanya sebagian kecil penyebab kecelakaan lainnya ditujukan kepada infrastruktur jalan, semisal jalan yang berlobang besar, jalan yang licin, lampu lalu lintas yang tidak menyala, atau penerangan jalan yang tak cukup jelas. Sementara itu, produsen kendaraan hampir tidak pernah disebut sebagai biang kecelakaan. Padahal, cacat produksi pada kendaraan yang ditumpangi sangatlah mungkin menjadi sumber utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Data yang ada pun telah mencatat bahwa kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya tidak pernah seratus persen bebas dari cacat produksi yang dapat membahayakan jiwa pengendara maupun penumpangnya.

Sekitar seminggu lalu, misalnya, Toyota Motor Corporation (TMC) sepakat membayar “uang damai” senilai 10 juta dollar AS (Rp 90,3 miliar) kepada ahli waris almarhum Mark Saylor, yang mengalami kecelakaan saat mengendarai Lexus pada Agustus 2009. Musibah itu menewaskan empat orang, yakni Mark, istri, anak, serta kakak ipar. Kecelakaan inilah yang menjadi penyebab keputusan Toyota untuk menarik (recall) jutaan unit mobilnya.

Toyota bukanlah satu-satunya produsen yang pernah menarik kembali (recall) produknya dari jalanan. Produsen mobil asal Jerman, Volkswagen AG, misalnya, pernah melakukan kampanye penarikan untuk perbaikan atau recall 377.286 mobil di Amerika Serikat karena ada kebocoran pada selang bahan bakar. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kebakaran sehingga bisa mengancam keselamatan, baik pengemudi, penumpang, maupun orang di sekitar kendaraan.

Honda malah terbilang kerap melakukan penarikan kembali produknya. Setelah ribuan Honda Fit (Jazz) ditarik dan diperbaiki di Australia awal Januari ini, kini giliran CR-V dan Accord produksi 2010 yang dijual di Amerika Serikat (AS) yang ternyata punya masalah. Ketiga produsen tersebut hanyalah contoh. Hampir seluruh produsen kendaraan kelas dunia pernah menarik kembali produknya (recall) untuk memperbaiki cacat, yang biasanya ditemukan setelah adanya keluhan atau kecelakaan yang dialami oleh penggunanya.

Yang menarik adalah bahwa dari sekian banyak kebijakan recall kendaraan yang pernah dilakukan, tidak satu pun yang dipicu oleh keluhan atau tuntutan dari konsumen Indonesia. Padahal, Indonesia adalah salah satu pasar mobil dan sepeda motor terbesar di dunia, dan kendaraan yang beredar di tanah air pun tidak pernah luput dari daftar yang harus ditarik dan diperbaiki. Seolah-olah, setiap kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tanah air selalu dianggap sebagai akibat kecerobohan pengemudi atau bahkan disikapi dengan pasrah sebagai takdir dari Tuhan Yang Mahakuasa. Kita sering melupakan bahwa safety riding, selain mensyaratkan kesiapan dari sisi pengguna, juga menetapkan prasyarat kendaraan yang laik jalan dan bebas cacat produksi. Dan, fakta di atas menunjukkan bahwa jaminan laik jalan dan bebas cacat produksi itu memang tidak pernah ada.

Dalam kaitan inilah penting bagi kita untuk menggiatkan edukasi kepada segenap pemakai kendaraan akan hak mereka sebagai konsumen untuk memperoleh kendaraan yang aman dan bebas dari cacat produksi. Edukasi tersebut dapat melalui komunitas pengguna kendaraan yang saat ini banyak ditemui di tanah air, buku manual kendaraan, maupun media massa, termasuk media online seperti blog dan social media. Apabila kesalahan dan cacat yang ditemui segera dilaporkan sehingga dapat diatasi sedini mungkin, maka risiko fatal akibat kecelakaan lalu lintas pun diharapkan akan dapat diminimalkan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s