Bambang Widjojanto dan Katak Rebus

November 26, 2010 § Leave a comment

1290726032896251572
Bambang Widjojanto saat menjalani fit and proper test (Kompas/Dhoni Setiawan)

Seperti telah diprediksi banyak pihak, akhirnya Busyro Muqoddas terpilih menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah melalui voting berhasil mengungguli empat orang wakil ketua KPK. Sebelumnya, seusai melalui serangkaian proses yang cukup panjang, mantan ketua Komisi Yudisial ini terpilih menjadi pimpinan KPK menggantikan Antasari Azhar. Busyro mengalahkan pesaingnya, Bambang Widjojanto, melalui mekanisme voting di Komisi III DPR.

Ada banyak analisis telah dilontarkan terkait kekalahan Bambang Widjojanto, mulai dari sikapnya yang dianggap radikal, gayanya yang dinilai masih seperti aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat, sampai kurangnya pengalaman dia dalam birokrasi. Saat sesi fit and proper test, politisi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mencecar Bambang Widjojanto soal minimnya pengalaman dia dalam birokrasi serta kesiapannya dalam urusan protokoler. Seakan menjustifikasi alasan PDI Perjuangan yang tidak memilih Bambang Widjojanto, Trimedya Panjaitan berujar, “Saya tanyakan kemarin, bagaimana dia pindahkan peran dari advokat dan aktivis ke seorang birokrat dengan suatu protokoler. Ya enggak mungkin, Ketua KPK agak aneh dan nyentrik.

Barangkali tidak sulit memahami alasan para anggota DPR yang tampak ketakutan dan tidak nyaman dengan sikap radikal dan gaya aktivis Bambang Widjojanto. Akan tetapi, rasanya tidak mudah bagi kita untuk menemukan korelasi yang kuat antara pengalaman birokrasi, kesiapan dalam urusan protokoler, serta gaya aneh dan nyentrik seseorang dengan kelayakan dan kemampuannya dalam memimpin sebuah lembaga antikorupsi. Bahkan, kurangnya (atau bahkan ketiadaan) pengalaman Bambang Widjojanto dalam birokrasi justru dapat menjadi nilai tambahnya sebagai calon pimpinan KPK.

Untuk memahami hal ini, saya teringat dengan cerita mengenai katak rebus. Apabila kita hendak merebus katak dengan cara memasukkan katak ke dalam panci yang berisi air mendidih, maka katak itu akan secara refleks langsung melompat keluar. Hal yang berbeda akan terjadi apabila katak itu kita masukkan ke dalam panci berisi air dingin, kemudian kita panaskan airnya secara bertahap. Saat air masih dingin, katak akan diam saja. Ketika air mulai memanas, sang katak akan melakukan penyesuaian suhu. Lama kelamaan, ketika suhu terus meningkat, sang katak akan terus berusaha melakukan penyesuaian suhu, sampai akhirnya ia tak mampu lagi melakukan penyesuaian dan ingin melompat, tetapi kakinya telah menjadi lemah dan tak kuasa lagi untuk melompat keluar dari panci. Katak rebus pun siap dihidangkan…

Kemampuan kita pun sesungguhnya tidak berbeda dengan katak dalam melakukan adaptasi. Ketika panggilan alam memaksa kita untuk masuk ke sebuah toilet yang kumuh dan berbau pesing, pertama-tama kita mungkin akan mengeluhkan kejorokan yang ada sambil menutup hidung. Namun, setelah lima menit berlalu, kita menjadi terbiasa dengan bau yang ada, tangan pun akan kita lepaskan dari hidung sambil mulai menikmati bau yang semerbak mewangi…

Dalam perjalanan hidup, kita sering terjatuh dalam sebuah kesalahan fatal, yang sebenarnya berawal dari kesalahan-kesalahan kecil yang dianggap biasa. Kita acap melakukan kompromi yang berlebihan, sehingga melupakan kewaspadaan. Di tengah kondisi birokrasi negeri kita yang acap dinilai tambun, inefisien, serta koruptif, sesungguhnyalah efektivitas perubahan justru hanya dapat diharapkan dari mereka yang belum terkontaminasi oleh lingkungan seperti itu. Di sinilah sebenarnya justru nilai lebih Bambang Widjajanto. Sayang, anggota DPR malah lebih tertarik menyoroti kenyentrikan Bambang yang terbiasa berbatik lengan pendek dan berbicara meledak-ledak…

Advertisements

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bambang Widjojanto dan Katak Rebus at Ali Mutasowifin.

meta

%d bloggers like this: