Orang-Orang Batak dalam Sengkarut Pajak

July 7, 2010 § Leave a comment

(photo by dhoni setiawan)
(photo by dhoni setiawan)

Saat ini, barangkali Gayus Halomoan Partahanan Tambunan adalah pegawai negeri paling terkenal dan paling kaya di negeri yang masih berkubang dengan masalah korupsi ini. Meski hanya golongan IIIA, hingga saat ini kekayaan pegawai Direktorat Jenderal Pajak ini diketahui berjumlah sekitar Rp 104 miliar. Itu adalah jumlah yang telah disita dari beberapa rekening dan safe deposit box bank. Entah berapa banyak lagi pundi-pundi kekayaannya yang masih belum ditemukan oleh para penegak hukum.

Tertangkapnya Gayus Tambunan kemudian membongkar jaringan mafia pajak dan mafia pengadilan yang menyeret gerbong tersangka yang terdiri atas beragam profesi, dari pegawai pajak, polisi, pengacara, jaksa, dan juga hakim. Dengan terus bergulirnya kasus patgulipat pajak ini, bukan tidak mungkin gerbong tersangka itu akan bertambah panjang di masa mendatang.

Yang barangkali luput dari perhatian, sengkarut pajak ini ternyata melibatkan banyak orang beretnis Batak. Lihatlah misalnya, dari deretan pegawai pajak yang telah dinyatakan sebagai tersangka, Gayus menyeret Humala Napitupulu, mantan koleganya di Tim Penelaah Keberatan Pajak hingga September 2007. Selain Humala, polisi juga telah menetapkan tersangka ketiga dari jajaran fiskus, yakni Maruli Pandapotan Manurung, atasan Gayus pada kurun waktu Maret-September 2007.

Dari kalangan pengacara, tercatat nama Haposan Hutagalung sebagai korban. Mantan pengacara Gayus ini dituding berperan penting dalam merekayasa skenario untuk membebaskan kliennya dari jeratan hukum, termasuk dengan cara membagi-bagikan uang suap kepada para polisi, jaksa, dan hakim. Meski ia kemudian memang berhasil membuat Gayus divonis bebas oleh majelis hakim, tetapi karena cara yang dipilihnya tidak benar, ia harus menebusnya dengan menjadi pesakitan.

Seolah mengonfirmasi cerita dominasi etnis Batak dalam dunia kepengacaraan, para pengacara kondang yang membela para tersangka di atas pun kebanyakan juga berasal dari wilayah Tapanuli. Misalnya, usai kembali dari pelariannya di Singapura, Gayus Tambunan langsung ditangani oleh kantor pengacara tenar Adnan Buyung Nasution & Partners. Pengacara menawan bertutur kata lembut yang kerap tampil di media massa mewakili kantor pengacara ini adalah Pia Ariestiana Rinanda Akbar-Nasution, putri Adnan Buyung Nasution. Konon, Adnan Buyung Nasution telah pula meminta Hotma Sitompoel untuk bersedia turut serta membela Gayus Tambunan.

Sementara itu, Juniver Girsang, pengacara Maruli Pandapotan Manurung, telah mulai rajin lalu lalang di Bareskrim Mabes Polri dan menjumpai para jurnalis media massa guna membela kepentingan kliennya. Kemudian Ully Manurung dan Joyada Siallagan telah ditunjuk mewakili Maruli Pandapotan Manurung. Sedangkan Haposan Hutagalung diperebutkan untuk dibela oleh dua organisasi advokat, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI), yang masing-masing dipimpin oleh Otto Hasibuan dan Indra Sahnun Lubis. Para pengacara ini tampaknya sadar betul bahwa membela high profile case semacam itu merupakan cara yang sangat efisien dan efektif guna mempromosikan diri sendiri.

Di jajaran kejaksaan, kasus Gayus Tambunan ini telah memakan dua korban, yakni Cirus Sinaga dan Poltak Manulang. Saat menangani kasus penggelapan pajak yang pertama, yang berujung dengan vonis bebas bagi Gayus Tambunan, Cirus Sinaga adalah Ketua Jaksa Peneliti kasus tersebut, sedangkan Poltak Manulang adalah Direktur Prapenuntutan Kejaksaan Agung. Meski belum ditahan, kedua jaksa ini telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Polri. Hingga saat ini Cirus dan Poltak belum menunjuk pengacara yang akan membelanya.

Dari institusi kepolisian, ada nama Edward Aritonang dan Zainuri Lubis, yang masing-masing menjabat sebagai Kepala dan Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri. Wajah dan nama kedua petinggi Polri ini menjadi semakin kerap muncul di layar kaca saat menyampaikan informasi seputar perkembangan kasus yang sangat fenomenal ini.

Bukan tidak mungkin, setelah nama-nama anggota majelis hakim yang akan memimpin jalannya persidangan para terdakwa diumumkan, daftar nama marga Batak yang berhubungan dengan kasus ini pun akan semakin panjang …

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Orang-Orang Batak dalam Sengkarut Pajak at Ali Mutasowifin.

meta

%d bloggers like this: