Mantan Calon Menkeu, Korban Buruknya Manajemen Istana

May 20, 2010 § Leave a comment

anggito abimanyu (kompas.com/kristianto purnomo)
anggito abimanyu (kompas.com/kristianto purnomo)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya melantik Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan yang baru, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya telah mengundurkan diri dan segera akan menempati jabatan baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah mengambil sumpah Anny Ratnawati sebagai Wakil Menteri Keuangan. Saat ini, Anny Ratnawati juga masih merangkap sebagai Direktur Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan.

Di tengah hiruk pikuk spekulasi alasan pengunduran diri Sri Mulyani serta sambutan beragam pihak terhadap duet Agus-Anny di Kementerian Keuangan, publik seolah melupakan nasib Anggito Abimanyu, yang pernah diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Pada 6 Januari 2010 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik empat wakil menteri, yakni Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Sekretaris Kabinet. Sementara, dua orang yang sebelumnya telah diumumkan akan juga dilantik, yakni Wakil Menteri Keuangan dan Wakil Menteri Kesehatan, ditunda karena keduanya ternyata belum memenuhi syarat administrasi.

Syarat yang belum dipenuhi tersebut tercantum pada Pasal 70 PP No. 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, yang menyebutkan bahwa wakil menteri adalah pejabat karier, yakni pegawai negeri yang telah menduduki jabatan struktural eselon 1 A. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia Nasution menerangkan bahwa jabatan Anggito yang ada keputusan presidennya memang barulah bereselon 1 B. Sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal, yang bereselon 1 A, keppresnya masih dalam proses di Sekretariat Kabinet (Kompas, 8/1/2010).

Yang menarik adalah, entah berupaya menutupi kelemahan manajemen Istana Kepresidenan atau sekedar melipur rasa kecewa sang calon Wakil Menteri, pada hari pelantikan itu, Rabu (6/1/2010), orang-orang di sekeliling Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seolah berlomba memberikan jaminan bahwa penundaan pelantikan hanyalah masalah administrasi belaka, dan bahwa posisi keduanya dijamin tak akan berubah.

“Belum dilantik saja. Seperti Anggito, kalau nanti kenaikan pangkatnya sudah memenuhi satu…, seperti sekarang mungkin dalam saat ini beliau diusulkan. Tapi nanti ketika dia menjadi eselon 1A itu beliau memenuhi syarat, bisa kita lantik, kan masih ada wamen lagi yang lain yang belum (dilantik),” ucap Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyampaikan jaminan seperti dikutip Kantor Berita Antara (6/1/2010).

Jaminan serupa juga dilontarkan Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha. Ia menjelaskan meski ditunda, baik Anggito maupun Fahmi Idris tetap menduduki posisi wakil menteri di Departemen Keuangan dan Departemen Kesehatan. “Jadi tidak betul ada penggantian orang,” tegasnya.

Seolah mengonfirmasi jaminan kedua pejabat Istana tersebut, saat itu Anggito Abimanyu mengungkapkan keoptimisannya untuk segera dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan. “Mungkin beberapa waktu ke depan, tapi tetap di posisi itu,” katanya (baca berita). Bahkan, ketika ditanya deskripsi kerja sebagai Wakil Menteri Keuangan, Anggito menyatakan sudah ada pembagian posisi yang jelas dengan Menteri Keuangan dan tidak akan tumpang tindih. “Saya sudah biasa kerja dengan Menkeu, berjalan seperti biasa tinggal diformalkan,” tegasnya.

Kini, setelah empat bulan berlalu, jaminan Menteri Sekretaris Negara itu terbukti pepesan kosong belaka. Ternyata, yang dilantik menduduki jabatan Wakil Menteri Keuangan adalah Anny Ratnawati, dosen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Karenanya, bisa dipahami bila Anggito Abimanyu sangat kecewa, bukan saja karena tak kunjung dilantik meski eselonnya kemudian telah terpenuhi, namun juga karena tidak pernah ada seorang pun pejabat Istana yang mengomunikasikan pembatalan pencalonannya. Ia pun akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari Kementerian Keuangan dan kembali mengajar di Universitas Gadjah Mada yang telah 10 tahun ditinggalkannya.

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mantan Calon Menkeu, Korban Buruknya Manajemen Istana at Ali Mutasowifin.

meta

%d bloggers like this: